Rabu, 26 September 2012

Bocah 3 Tahun Segera Menjadi Ahli Komputer Termuda di Dunia

Bangladesh – Kecintaan dan kemampuannya di depan komputer berpotensi mengantarkan bocah ini menjadi seorang ahli komputer termuda di dunia. Sebuah gelar yang membuat orang tercengang, sebab bocah yang dimaksud baru berusia 6 tahun.

Bagaimana tidak, Wasik Farhan-Roopkotha, nama sang anak, memiliki kemampuan yang tak kalah dengan orang-orang dewasa. Dilaporkan, ia sudah menguasai video game populer yang lumayan sulit seperti Modern Warfare dan Metal Gear Solid. Kemampuannya memang makin meningkat seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari BBC, Selasa (1/4/2012), menginjak usia 3 tahun ia sudah mulai mengetik di Microsoft Word dan selang setahun, ia memahami pemrograman dan mendownload game emulator.

Orangtua Wasik sendiri sempat tak percaya dengan kemampuan sang buah hati, “Saya tahu dia sangat berbeda sejak kelahirannya. Saya sendiri tak percaya saat ia mulai menyentuh komputer ketika usianya baru 7 bulan,” ujar ibu Wasik, Cynthia Farhan-Risha.

Dan apa kata Wasik? “Saya sangat menikmati bermain di komputer dan belajar keahlian baru. Ambisi saya adalah menjadi ahli komputer dan bekerja di perusahaan komputer besar di masa depan,” demikian yang dilontarkan oleh bocah asal Bangladesh ini.

Menyadari potensi Wasik yang besar, pihak orang tua berharap mereka mendapat bantuan dari pemerintah agar Wasik lebih berkembang.

Selain keahlian yang telah disebutkan di atas, Wasik juga ternyata menguasai salah satu bahasa pemrograman yakni C++. Mengetik di keyboard tanpa melihat keyboard juga menjadi salah satu kelebihannya.

Meski talentanya diakui banyak pihak, termasuk mendapat sorotan dari berbagai media di Bangladesh, di sisi lain, Wasik tetaplah menjadi anak seusianya. Ia masih kerap bermain dengan anak-anak sebayanya.

Satu lagi harapan yang ada pada diri Farhan-Risha adalah bahwa Wasik suatu saat akan mendapat pengakuan dari Guinness World Records karena sejauh ini mereka tidak memiliki programmer komputer termuda di dunia.

Pihak Guinness sendiri menyambutnya dengan baik. “Kami tidak memonitor rekor tersebut di database, namun keluarga Wasik sangat dipersilakan membuat klaim di situs kami” tandas Guinness
Read More | komentar

Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan sosialisasi kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 pada bulan depan. Saat ini, Kemendikbud tengah mematangkan konsep kisi-kisi tersebut untuk kemudian dikoordinasikan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

 Kepala Badan Penelitian dan Pemgembangan Kemendikbud, Chairil Anwar Notodiputro mengatakan, kebijakan untuk menerapkan 20 paket “Dengan adanya 20 variasi soal memang perlu persiapan lebih, terutama kisi-kisi soal yang diujikan. Tahun lalu November akhir, tahun ini kami targetkan Oktober kisi-kisi sudah bisa dipelajari siswa,” kata Chairil kepada Kompas.com, Sabtu (15/9/2012)

Akan tetapi, kata dia, sosialisasi baru bisa dilakukan setelah BSNP memberi “restu” untuk melansir kisi-kisi UN tersebut. Karena secara teknis, Kemendikbud hanya berwenang memberikan konsep atau draf kisi-kisi UN, langkah selanjutnya menjadi wewenang penuh BSNP sebagai badan yang bertanggungjawab besar pada UN.

“Balitbang Kemendikbud harus berkoordinasi dengan BSNP untuk mensosialisasikan kisi-kisi UN. Jika BSNP oke, maka itu akan langsung dibagikan ke masyarakat melalui website,” pungkasnya.

Sesuai kisi-kisi

Sementara itu, Chairil juga mengatakan bahwa pembuatan soal-soal UN 2013 akan merujuk pada kisi-kisi yang bakal disosialisasikan. Dia mengatakan, rancangan ini bertujuan agar tercipta kesinambungan antara kisi-kisi UN dengan soal yang akan diujikan. Dengan demukian, para peserta UN tak akan kaget saat menghadapi ujian.

“Kisi-kisi menjadi dasar untuk pembuatan soal, supaya ada kesinambungan antara materi yang dipelajari dengan soal ujian,” tuturnya.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menggunakan 20 jenis soal pada pelaksanaan UN 2013. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas UN, sejalan dengan upaya menekan praktik kecurangan pada hajat tahunan itu, selain agar sesuai dengan rencana mengintegrasikan hasil UN sebagai tiket masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).


Source
Read More | komentar